
USG Trimester 1: Kapan Dilakukan, Manfaat, dan Mitos yang Perlu Diketahui
dr. Suheni N.H. Sp.OG, Subsp. KFM Introduksi Pelayanan Berita Terbaru Book Appointment USG Trimester 1: Kapan Dilakukan, Manfaat, dan Mitos yang Perlu Diketahui dr. Suheni
Setiap kehamilan merupakan perjalanan yang unik. Sebagian besar ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan baik hingga persalinan. Namun, ada kondisi tertentu yang membuat kehamilan memerlukan perhatian dan pemantauan lebih intensif. Kondisi inilah yang dikenal sebagai kehamilan risiko tinggi. Mendengar istilah tersebut sering kali membuat calon ibu merasa khawatir. Padahal, kehamilan risiko tinggi bukan berarti ibu atau bayi pasti mengalami komplikasi. Dengan pemeriksaan rutin, deteksi dini, dan penanganan yang tepat, sebagian besar ibu tetap dapat menjalani kehamilan dengan aman dan melahirkan bayi yang sehat. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan kehamilan risiko tinggi? Siapa saja yang berisiko mengalaminya? Dan kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis fetomaternal?
Kehamilan risiko tinggi adalah kondisi ketika ibu hamil memiliki faktor tertentu yang meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun setelah melahirkan. Komplikasi tersebut dapat memengaruhi kesehatan ibu, janin, atau keduanya. Oleh karena itu, ibu dengan kehamilan risiko tinggi memerlukan pemantauan yang lebih ketat dibandingkan kehamilan normal. Kehamilan risiko tinggi dapat diketahui sejak sebelum hamil, muncul pada awal kehamilan, maupun berkembang di tengah perjalanan kehamilan.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan kehamilan menjadi berisiko tinggi antara lain:
Risiko meningkat pada ibu yang:
Pada usia tersebut, risiko hipertensi, diabetes gestasional, kelainan kromosom janin, hingga persalinan prematur cenderung lebih tinggi.
Beberapa penyakit kronis yang meningkatkan risiko antara lain:
Penyakit-penyakit tersebut perlu dikontrol dengan baik sebelum dan selama kehamilan.
Ibu juga berisiko lebih tinggi apabila pernah mengalami:
Kehamilan kembar memiliki risiko lebih tinggi mengalami:
Beberapa kelainan bawaan maupun gangguan pertumbuhan janin dapat membuat kehamilan memerlukan pemantauan khusus oleh dokter fetomaternal.
Selain kondisi medis, gaya hidup juga berperan terhadap kesehatan ibu dan janin. Faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:
Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat sejak merencanakan kehamilan dapat membantu menurunkan berbagai risiko tersebut.
Tidak semua ibu dengan kehamilan risiko tinggi mengalami gejala. Namun, beberapa tanda berikut tidak boleh diabaikan:
Apabila mengalami salah satu gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter atau rumah sakit.
Jika tidak dipantau dengan baik, kehamilan risiko tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya komplikasi seperti:
Kabar baiknya, sebagian besar komplikasi dapat dicegah atau dideteksi lebih awal melalui pemeriksaan kehamilan yang rutin.
Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai faktor, antara lain:
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat melakukan:
USG bukan hanya digunakan untuk melihat jenis kelamin bayi. Pada kehamilan risiko tinggi, USG memiliki peran penting untuk:
Semakin dini suatu masalah ditemukan, semakin besar peluang penanganannya.
Dokter fetomaternal adalah dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang memiliki pendidikan lanjutan dalam menangani kehamilan dengan komplikasi atau risiko tinggi. Dokter fetomaternal menangani berbagai kondisi seperti:
Kolaborasi antara dokter kandungan dan dokter fetomaternal bertujuan memberikan penanganan terbaik bagi ibu maupun janin.
Penanganan bergantung pada penyebab dan tingkat risiko masing-masing pasien. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Tidak semua kehamilan risiko tinggi harus berakhir dengan operasi sesar. Jenis persalinan akan diputuskan berdasarkan kondisi ibu dan bayi menjelang persalinan.
Jawabannya adalah tidak. Banyak ibu dengan kehamilan risiko tinggi yang berhasil menjalani kehamilan hingga cukup bulan dan melahirkan bayi yang sehat. Kunci utamanya adalah:
Semakin cepat suatu masalah diketahui, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Segera lakukan konsultasi apabila Anda:
Pemeriksaan sejak awal kehamilan membantu dokter menyusun rencana pemantauan yang sesuai dengan kondisi ibu dan janin.

dr. Suheni N.H. Sp.OG, Subsp. KFM Introduksi Pelayanan Berita Terbaru Book Appointment USG Trimester 1: Kapan Dilakukan, Manfaat, dan Mitos yang Perlu Diketahui dr. Suheni

dr. Suheni N.H. Sp.OG, Subsp. KFM Introduksi Pelayanan Berita Terbaru Book Appointment Kehamilan Risiko Tinggi: Penyebab, Ciri-Ciri, Risiko, dan Penanganannya dr. Suheni N.H., Sp.OG (K)Penulis

dr. Suheni N.H. Sp.OG, Subsp. KFM Introduksi Pelayanan Berita Terbaru Book Appointment Birth Defect pada Janin: Penyebab, Faktor Risiko, Deteksi Dini, dan Penanganannya dr. Suheni
dr. Suheni N.H.
Sp.OG, Subsp. KFM
Menghadirkan ketenangan dalam setiap fase kehamilan melalui keahlian Kedokteran Fetomaternal berstandar tinggi.